Kajian Kitab Aqidatul Awam #2 | Mukadimah Kitab Aqidatul Awam
Pendahuluan
Setelah mengenal sejarah dan pentingnya Kitab Aqidatul Awam, pada kajian kedua ini kita mulai memasuki isi kitab, yaitu mukadimah atau pembukaan. Sebagaimana tradisi para ulama dalam menyusun kitab, pembahasan diawali dengan memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Mukadimah ini mengajarkan adab yang sangat penting, yaitu memulai setiap ilmu dengan mengingat Allah SWT dan memohon keberkahan melalui shalawat kepada Rasulullah SAW.
Teks Nadzam Mukadimah
Arab
أَبْدَأُ بِاسْمِ اللهِ وَالرَّحْمٰنِ
وَالرَّحِيْمِ دَائِمِ الْإِحْسَانِوَالْحَمْدُ لِلّٰهِ قَدِيْمًا أَوَّلَا
وَالْآخِرَا بَاطِنًا وَظَاهِرَاثُمَّ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَبَدًا
عَلَى النَّبِيِّ أَحْمَدَ مُحَمَّدَاوَالْآلِ وَالصَّحْبِ وَكُلِّ مَنْ وَلاَهْ
وَبَعْدُ هٰذَا نَظْمُ الْعَقِيْدَةِ
Catatan: Penulisan nadzam dapat sedikit berbeda antar cetakan Kitab Aqidatul Awam, namun makna dan susunannya tetap sama.
Latin
Abda’u bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
War-raḥīmi dā’imil iḥsān.
Wal-ḥamdu lillāhi qadīman awwalā.
Wal-ākhirā bāṭinan wa ẓāhirā.
Ṡummaṣ-ṣalātu was-salāmu abadan.
‘Alan-nabiyyi Aḥmada Muḥammadā.
Wal-āli waṣ-ṣaḥbi wa kulli man walāh.
Wa ba‘du hāżā naẓmul-‘aqīdah.
Terjemah
“Aku memulai dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang senantiasa melimpahkan berbagai kebaikan.
Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Awal, Maha Akhir, Yang Zhahir dan Yang Batin.
Kemudian semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Ahmad (Muhammad), beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti beliau.
Adapun setelah itu, inilah nadzam yang membahas tentang aqidah.”
Penjelasan Mukadimah
1. Memulai dengan Basmalah
Kalimat pertama diawali dengan Bismillahirrahmanirrahim.
Ini merupakan sunnah para ulama ketika menulis kitab maupun memulai suatu pekerjaan yang baik. Dengan menyebut nama Allah SWT, seorang muslim mengakui bahwa seluruh ilmu berasal dari-Nya dan berharap keberkahan dalam mempelajarinya.
Basmalah juga mengingatkan bahwa Allah memiliki sifat Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang), sehingga setiap hamba selalu berharap rahmat-Nya.
2. Memuji Allah SWT
Setelah membaca basmalah, pengarang memuji Allah SWT dengan kalimat Alhamdulillah.
Ini menunjukkan bahwa segala pujian hanya pantas diberikan kepada Allah SWT, karena Dialah Pencipta seluruh alam semesta.
Allah memiliki sifat:
- Maha Awal (Al-Awwal)
- Maha Akhir (Al-Akhir)
- Maha Zhahir
- Maha Batin
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hadid ayat 3:
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Batin.”
Ayat ini menjadi penguat bahwa Allah SWT tidak memiliki permulaan maupun penghabisan, berbeda dengan seluruh makhluk-Nya.
3. Bershalawat kepada Rasulullah SAW
Setelah memuji Allah SWT, penyusun kitab mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Hal ini mengajarkan bahwa ketika mempelajari ilmu agama, hendaknya kita selalu memperbanyak shalawat karena Rasulullah SAW adalah pembawa wahyu yang menjelaskan ajaran Islam kepada umat manusia.
Shalawat juga menjadi sebab datangnya keberkahan ilmu.
4. Menghormati Keluarga dan Sahabat Nabi
Tidak hanya Rasulullah SAW, pengarang juga mendoakan keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau.
Ini menunjukkan salah satu ciri Ahlussunnah wal Jamaah, yaitu mencintai:
- Rasulullah SAW.
- Ahlul Bait.
- Para Sahabat Nabi.
- Ulama pewaris para nabi.
- Orang-orang saleh yang mengikuti sunnah Rasulullah.
5. Menjelaskan Tujuan Kitab
Pada penutup mukadimah, pengarang menyampaikan bahwa kitab ini adalah nadzam tentang aqidah.
Artinya, seluruh pembahasan berikutnya akan berisi dasar-dasar keimanan yang wajib diketahui oleh setiap muslim.
Karena itu, sebelum mempelajari hukum-hukum fikih, seorang muslim dianjurkan memahami aqidah yang benar agar ibadahnya berdiri di atas keyakinan yang kokoh.
Hikmah Mukadimah Kitab
Dari mukadimah ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting:
- Memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah.
- Selalu bersyukur kepada Allah SWT.
- Memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.
- Mencintai keluarga dan sahabat Nabi.
- Menjadikan ilmu sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.
- Menuntut ilmu dengan adab sebelum ilmu itu sendiri.
Kesimpulan
Mukadimah Kitab Aqidatul Awam mengajarkan bahwa ilmu agama harus diawali dengan adab. Seorang penuntut ilmu hendaknya memulai dengan menyebut nama Allah, memuji-Nya, bershalawat kepada Rasulullah SAW, serta memohon keberkahan agar ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat.
Pada kajian berikutnya kita akan mulai memasuki pembahasan inti mengenai mengenal Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa, yang menjadi dasar seluruh ajaran tauhid dalam Islam.
Editor: Abi Muqoddas Arya Malik
📖 Seri Kajian Kitab Aqidatul Awam
Ikuti pembahasan lengkap Kitab Aqidatul Awam dari awal hingga selesai. Seluruh materi disusun secara sistematis sehingga mudah dipelajari oleh santri, mahasiswa, guru, maupun masyarakat umum.
- Kajian #1 Mengenal Kitab Aqidatul Awam
- Kajian #2 Mukadimah Kitab dan Keutamaan Ilmu Aqidah
- Kajian #3 Mengenal Allah SWT
- Kajian #4 20 Sifat Wajib Allah
- Kajian #5 Sifat Mustahil Allah
- Kajian #6 Sifat Jaiz Allah
- Kajian #7 Dalil Sifat Allah
- Kajian #8 Para Nabi dan Rasul
- Kajian #9 Sifat Wajib Rasul
- Kajian #10 Sifat Mustahil Rasul
- Kajian #11 Sifat Jaiz Rasul
- Kajian #12 Malaikat Allah
- Kajian #13 Kitab-Kitab Allah
- Kajian #14 Hari Akhir
- Kajian #15 Isra’ Mi’raj
- Kajian #16 Qadha dan Qadar
- Kajian #17 Penutup Kitab Aqidatul Awam