Madrasah Diniyah Al Washilah Perkuat Pemahaman Kitab Kuning dan Dasar Ilmu Keislaman

Jakarta – Madrasah Diniyah Al Washilah Jakarta kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada Kamis, 30 Juli 2026 di lingkungan Madrasah Diniyah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keilmuan Islam yang bertujuan membekali peserta didik dengan dasar-dasar ilmu syariat melalui pembelajaran kitab kuning sebagai warisan keilmuan para ulama.

Pada pertemuan kali ini, peserta didik mempelajari berbagai cabang ilmu keislaman yang meliputi Nahwu, Sharaf, Fiqih, Tauhid, dan Hadis. Seluruh materi disampaikan oleh para ustaz dengan metode pembelajaran yang sistematis sehingga santri dapat memahami isi kitab sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembelajaran Nahwu dan Sharaf, peserta didik mempelajari kaidah tata bahasa Arab sebagai bekal utama untuk memahami Al-Qur’an, hadis, serta kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Penguasaan kedua disiplin ilmu ini menjadi fondasi penting bagi santri dalam mengkaji literatur Islam secara mendalam.

Sementara itu, pada pelajaran Fiqih, peserta didik mempelajari hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan ibadah sehari-hari, seperti tata cara bersuci, shalat, puasa, dan berbagai ketentuan syariat lainnya. Adapun materi Tauhid difokuskan pada penguatan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah agar peserta didik memiliki keyakinan yang benar dan kokoh dalam menjalankan ajaran Islam.

Pembelajaran juga dilengkapi dengan kajian Hadis, yang mengulas sabda, perbuatan, dan ketetapan Rasulullah ﷺ sebagai pedoman dalam membentuk akhlak mulia dan mengamalkan ajaran Islam secara benar. Melalui kajian hadis, peserta didik diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Madrasah Diniyah berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh semangat. Diharapkan melalui pembelajaran kitab kuning secara berkelanjutan, peserta didik semakin memiliki pemahaman agama yang mendalam, mampu membaca dan memahami kitab berbahasa Arab, serta tumbuh menjadi generasi muslim yang berilmu, berakhlakul karimah, dan siap mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat.