Ujian Hafalan Surah Al-Mulk di Al Washilah, Santri Diuji Bacaan dan Pemahamannya

Ujian Hafalan Surah Al-Mulk di Al Washilah, Santri Diuji Bacaan dan Pemahamannya

JAKARTA — Satu per satu santri Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta maju untuk membacakan hafalan Surah Al-Mulk di hadapan penguji. Ujian lisan yang digelar di Aula Utama Al Washilah pada Selasa (29/9/2026) malam itu menjadi bagian dari Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027.

Ponpes Al Washilah Jakarta

Kegiatan dimulai selepas salat Isya dengan tawasul dan doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh pesantren. Seusai pembukaan, para santri mengikuti ujian secara bergiliran. Seluruh dewan asatidz dan asatidzah bertugas sebagai penguji, menyimak bacaan setiap santri secara langsung.

Materi utama ujian adalah hafalan Surah Al-Mulk ayat 1–30. Namun, kelancaran mengingat ayat bukan satu-satunya hal yang diperhatikan. Penguji juga menilai penerapan tajwid, ketepatan makharijul huruf, serta fashahah atau kefasihan bacaan.

Ponpes Al Washilah

Melalui ujian lisan, santri mendapat kesempatan menunjukkan hasil belajar mereka secara utuh. Seorang santri yang telah menghafal ayat tetap perlu memperhatikan panjang pendek bacaan, kejelasan pelafalan huruf, dan kesinambungan antar ayat. Hal-hal tersebut dapat didengar dan dievaluasi secara langsung ketika santri membacakan hafalannya di hadapan penguji.

Selain bacaan, materi ujian mencakup pembahasan tentang keutamaan Surah Al-Mulk. Dalam tradisi pengajaran Islam, surah ini dikenal melalui riwayat yang menerangkan keutamaannya bagi orang yang membacanya, termasuk sebagai pengingat akan kehidupan akhirat. Materi tersebut mengajak santri memahami bahwa menghafal Al-Qur’an perlu disertai kebiasaan membaca dan mempelajarinya.

Bagi Madrasah Diniyah Al Washilah, ujian ini menjadi sarana untuk melihat perkembangan masing-masing santri selama semester berjalan. Hasil pengamatan penguji dapat membantu menentukan bagian bacaan yang sudah baik dan bagian yang masih membutuhkan bimbingan, baik dalam hafalan maupun pelafalan.

Kepala Madrasah Diniyah Al Washilah, KH. Muhammad Sahidi Rahman, M.A., memimpin pelaksanaan pembelajaran madrasah yang dievaluasi melalui kegiatan UTS ini. Kehadiran seluruh dewan asatidz dan asatidzah sebagai penguji memungkinkan bacaan santri disimak secara bergiliran dan saksama.

Sepanjang kegiatan, para santri tampak antusias dan siap mengikuti ujian. Meski harus tampil seorang diri di hadapan penguji, mereka mengikuti giliran dengan tertib. Suasana aula tetap khidmat hingga rangkaian ujian selesai.

Pelaksanaan ujian lisan hafalan Surah Al-Mulk berjalan lancar. Melalui kegiatan ini, Madrasah Diniyah Al Washilah berharap para santri semakin tekun menjaga hafalan, memperbaiki kualitas bacaan, dan menjadikan Al-Qur’an bagian dari amalan sehari-hari.