Al Washilah Jakarta perkuat pemahaman agama santri melalui pembelajaran diniyah

Al Washilah Jakarta perkuat pemahaman agama santri melalui pembelajaran diniyah

Jakarta — Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta memperkuat pemahaman keislaman dan kemampuan membaca Al-Qur’an para santri melalui pembelajaran Fiqih, Tajwid, dan Tahsin dalam kegiatan Madrasah Diniyah, Kamis (15/10).

Pembelajaran tersebut memadukan pemahaman dasar hukum Islam dengan penguasaan kaidah serta perbaikan bacaan Al-Qur’an sebagai bekal santri dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Al Washilah Jakarta perkuat pemahaman agama santri melalui pembelajaran diniyah

Pada materi Fiqih, santri mempelajari dasar-dasar hukum Islam yang menjadi pedoman pelaksanaan ibadah dan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini diarahkan agar santri memahami ketentuan agama sekaligus mampu menerapkannya dalam keseharian.

Sementara itu, materi Tajwid berfokus pada pemahaman kaidah membaca Al-Qur’an. Penguasaan materi tersebut menjadi landasan bagi santri untuk membaca ayat sesuai dengan ketentuan bacaan yang benar.

Pemahaman mengenai tajwid kemudian diperkuat melalui pembelajaran Tahsin yang menitikberatkan pada perbaikan kualitas bacaan Al-Qur’an.

Al Washilah Jakarta perkuat pemahaman agama santri melalui pembelajaran diniyah

Materi Tahsin mencakup ketepatan pelafalan huruf hijaiyah sesuai dengan tempat keluarnya huruf atau makharijul huruf, penerapan sifat-sifat huruf, serta ketepatan pengucapan ayat.

Ketiga materi tersebut saling melengkapi dalam pembinaan santri. Fiqih memberikan landasan pemahaman mengenai hukum dan pelaksanaan ibadah, sedangkan Tajwid dan Tahsin mendukung kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Melalui pembelajaran Madrasah Diniyah, Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta berharap santri dapat meningkatkan pengetahuan agama, memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an, dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pesantren membina santri agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.