Oleh Ning Siti Suaebah Aslamiyah, S.Pd.I., M.Sos.
Pengasuh Pondok Putri Al Wasilah Jakarta
Di tengah arus zaman yang terus berubah, pendidikan Al-Qur’an menjadi salah satu pondasi terpenting dalam membentuk generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki hati yang dekat dengan Allah SWT. Karena itulah, setiap penampilan anak-anak dalam membaca Al-Qur’an bukan sekadar acara seremonial, melainkan tanda tumbuhnya cahaya Islam di tengah keluarga dan masyarakat.
Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah, anak-anak yang membaca Al-Qur’an adalah anak-anak mulia. Kemuliaan itu bukan hanya karena suara mereka yang indah, tetapi karena mereka sedang membawa kalam Allah dalam hati dan lisannya. Rasulullah SAW bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”
Hadis ini menjadi pengingat bagi kita semua agar terus membaca, mengulang, dan mempelajari Al-Qur’an hingga nilai-nilainya tertanam dalam jiwa. Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi harus hidup dalam hati, perilaku, dan perkataan kita sehari-hari.
Kemuliaan Al-Qur’an terlihat dari siapa yang membawanya. Nabi Muhammad SAW yang menerima Al-Qur’an menjadi nabi paling mulia dan pemimpin para nabi. Malaikat Jibril AS yang menyampaikan wahyu menjadi pemimpin para malaikat. Bahkan waktu turunnya Al-Qur’an menjadi waktu paling istimewa, yaitu malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Tidak hanya itu, bulan diturunkannya Al-Qur’an menjadi bulan termulia, yaitu bulan Ramadan. Kota tempat Al-Qur’an pertama kali diturunkan, yakni Makkah dan Madinah, juga menjadi kota suci yang dimuliakan umat Islam di seluruh dunia.
Semua itu menunjukkan bahwa siapa pun yang dekat dengan Al-Qur’an akan mendapatkan kemuliaan. Maka sungguh berbahagia para orang tua yang anak-anaknya tumbuh bersama Al-Qur’an. Anak-anak yang belajar membaca Al-Qur’an sejak kecil akan memiliki pondasi akhlak yang kuat, hati yang lembut, serta hidup yang lebih terarah.
Karena itu, tugas orang tua bukan hanya menyekolahkan anak, tetapi juga menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an. Memberikan dukungan, semangat, dan lingkungan yang baik agar anak-anak terus belajar memperbaiki bacaan, memahami isi kandungan, serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kita semua tentu berharap lahir generasi Qurani, yaitu generasi yang tingkah lakunya sesuai dengan Al-Qur’an, lisannya dijaga oleh Al-Qur’an, dan hatinya selalu rindu kepada Al-Qur’an. Anak-anak yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Semoga Allah SWT menjadikan anak-anak kita sebagai ahli Al-Qur’an, anak-anak saleh dan salehah yang kelak menjadi kebanggaan orang tua di dunia serta penolong di akhirat. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.