Jakarta, 27 Juni 2026 – Pondok Pesantren menggelar kegiatan Musofahah kepada Ibu Nyai Hj. Siti Fuaedah pada Sabtu, 27 Juni 2026, bertempat di Rumah Ibu Nyai Hj. Siti Fuaedah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri putra dan putri sebagai bentuk penghormatan kepada guru sekaligus memohon izin dan doa restu sebelum pulang ke rumah masing-masing untuk menjalani masa liburan.
Musofahah berasal dari bahasa Arab mushafahah (المصافحة) yang berarti berjabat tangan atau bersalaman. Dalam tradisi pesantren, musofahah memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar berjabat tangan. Musofahah merupakan simbol penghormatan (takzim) seorang murid kepada guru, ungkapan rasa syukur atas ilmu dan bimbingan yang telah diberikan, serta bentuk adab dalam memohon doa, ridha, dan keberkahan sebelum melakukan suatu perjalanan atau memasuki fase kehidupan berikutnya.
Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya pendidikan Islam yang diwariskan secara turun-temurun di lingkungan pesantren. Para ulama mengajarkan bahwa keberhasilan seorang penuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kesungguhan dalam belajar, tetapi juga oleh adab kepada guru. Oleh karena itu, musofahah menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan sikap tawadhu’, menghormati orang yang telah mendidik, serta menjaga hubungan batin antara santri dengan pengasuh pesantren.

Dalam pelaksanaannya, seluruh santri putra dan putri datang secara tertib menuju kediaman Ibu Nyai Hj. Siti Fuaedah. Mereka bergantian melakukan musofahah dengan penuh rasa hormat, mencium tangan beliau sebagai bentuk takzim, kemudian memohon izin untuk pulang ke rumah masing-masing. Momen tersebut berlangsung dengan suasana penuh haru, kekeluargaan, dan doa-doa yang dipanjatkan agar seluruh santri senantiasa diberikan keselamatan dalam perjalanan, kesehatan, keberkahan umur, kemudahan dalam segala urusan, serta tetap istiqamah menjaga ibadah, akhlak, dan semangat belajar selama berada di tengah keluarga.
Bagi para santri, doa seorang guru memiliki nilai yang sangat berharga. Dalam tradisi pesantren diyakini bahwa ridha guru menjadi salah satu jalan terbukanya keberkahan ilmu. Oleh sebab itu, sebelum meninggalkan lingkungan pesantren, para santri terlebih dahulu memohon restu agar ilmu yang telah dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi bekal dalam mengabdi kepada agama, masyarakat, bangsa, dan negara.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada guru, kegiatan musofahah juga menjadi media pendidikan karakter yang mengajarkan pentingnya etika, sopan santun, rasa hormat kepada orang yang lebih tua, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah antara santri dan keluarga besar pesantren. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan pesantren yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek keilmuan, tetapi juga pembentukan akhlakul karimah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh santri dapat kembali ke rumah dengan membawa keberkahan ilmu, menjaga nama baik pesantren di tengah masyarakat, mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama mondok, serta kembali ke pesantren dengan semangat baru untuk melanjutkan perjalanan menuntut ilmu.