Pembacaan Surat Al-Waqi’ah Menjadi Rutinitas Santri Putra di Masjid Jami’ Al-Washilah

Jakarta – Dalam rangka membiasakan santri untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an, Pondok Pesantren Al-Washilah rutin melaksanakan kegiatan Pembacaan Surat Al-Waqi’ah yang diikuti oleh seluruh santri putra. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at, 26 Juni 2026, bertempat di Masjid Jami’ Al-Washilah, setelah pelaksanaan shalat Isya berjamaah.

Kegiatan tersebut dibimbing oleh Ust. Mochamad Sahrussobich, yang senantiasa mengarahkan para santri agar membaca Al-Qur’an dengan tartil, penuh kekhusyukan, serta memahami bahwa membaca Al-Qur’an merupakan salah satu amalan yang mendatangkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembacaan Surat Al-Waqi’ah telah menjadi salah satu agenda rutin harian bagi santri putra sebagai bagian dari pembinaan spiritual di Pondok Pesantren Al-Washilah. Melalui kegiatan ini, para santri dibiasakan untuk mencintai Al-Qur’an, memperbaiki bacaan (tahsin), meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Surat Al-Waqi’ah dipilih karena memiliki kandungan yang sangat agung mengenai hari kiamat, pembagian golongan manusia di akhirat, balasan bagi orang-orang yang beriman, serta kekuasaan Allah SWT atas seluruh makhluk-Nya. Dengan membacanya secara rutin, diharapkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan semakin tertanam dalam diri setiap santri.

Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan di antara para santri. Suasana yang khusyuk dan penuh kekhidmatan setelah shalat Isya menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memperkuat karakter religius, membiasakan dzikir, dan menghidupkan masjid dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Pondok Pesantren Al-Washilah terus berkomitmen menghadirkan program-program pembinaan yang berorientasi pada pembentukan generasi muslim yang berakhlakul karimah, berilmu, serta memiliki kedekatan yang kuat dengan Al-Qur’an. Diharapkan rutinitas ini menjadi bekal bagi para santri untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, baik selama berada di pesantren maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.